Lengkeng adalah salah satu buah yang sangat populer di Indonesia. Meski harga lengkeng lebih tinggi dibandingkan buah lainnya, peminatnya tidak pernah surut. Untuk menghasilkan buah berkualitas, ada beberapa tips budidaya lengkeng yang bisa diterapkan, terutama pada lahan yang ekstrim dan tandus. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah cara menanam lengkeng agar dapat tumbuh subur dan cepat berbuah.
Persiapan Lahan dan Lubang Tanam
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah proses pembuatan lubang tanam. Lubang tanam ini berfungsi untuk memasukkan bahan pupuk kandang atau bahan organik lainnya sebagai pupuk dasar untuk tanaman lengkeng. Dengan kondisi tanah yang minim bahan organik, penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan. Proses ini juga berfungsi sebagai pengikat air, sangat penting karena tanah dengan kondisi kering dan tandus cepat mengalami kekeringan.

Ukuran lubang yang dianjurkan adalah 30×30 cm atau 40×40 cm. Setelah itu, masukkan pupuk kandang ke dalam lubang tanam sebanyak lebih kurang lima kilogram. Pastikan pupuk kandang tersebut dicampur secara merata dengan tanah halus. Selanjutnya, tutup bahan pupuk dengan tanah biasa setinggi sekitar 10 cm.

Proses Penanaman Lengkeng
Setelah lubang tanam siap, langkah selanjutnya adalah menanam bibit lengkeng. Pastikan bibit yang digunakan berkualitas dan bebas dari penyakit. Saat menanam, hindari agar pupuk kandang bersentuhan langsung dengan akar tanaman. Buat gundukan tanah setinggi 30-50 cm di atas lubang tanam untuk memberikan ruang bagi akar agar dapat tumbuh dengan baik.

Ketika menanam, pastikan untuk melakukan perawatan yang baik. Setelah proses penanaman selesai, langkah berikutnya adalah melakukan penyiraman. Penyiraman ini penting untuk menghindari stres pada tanaman setelah pindah tanam. Gunakan pupuk organik cair, seperti asam amino Plus, untuk meningkatkan kesehatan tanaman.

Penyiraman dan Perawatan Tanaman
Penyiraman dengan pupuk organik cair akan memberikan kekebalan terhadap stres lingkungan. Dosis yang dianjurkan adalah sekitar 100 ml per tanaman. Pastikan semua bagian tanaman mendapatkan cairan ini agar dapat tumbuh dengan baik. Dengan cara ini, tanaman lengkeng akan lebih cepat pulih dan tumbuh sehat.

Perawatan Berkelanjutan
Setelah penanaman, perawatan berkelanjutan sangat penting. Proses perawatan ini akan dilakukan secara organik, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan sehat tanpa tergantung pada pestisida kimia. Pastikan untuk memonitor tanaman secara rutin, menjaga kelembapan tanah, dan melakukan pemangkasan bila perlu untuk meningkatkan sirkulasi udara.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menanam lengkeng di lahan yang ekstrim dan tandus. Pastikan untuk selalu belajar dari pengalaman dan menyesuaikan teknik yang digunakan sesuai dengan kondisi lingkungan.
Kesimpulan
Menanam lengkeng di lahan tandus bukanlah hal yang mustahil. Dengan teknik yang tepat dan perawatan yang baik, tanaman lengkeng dapat tumbuh subur dan cepat berbuah. Jika ada pertanyaan atau ingin berbagi pengalaman, jangan ragu untuk meninggalkan komentar atau menghubungi kami. Selamat berkebun!