Di dunia pertanian modern, kita tidak hanya berbicara tentang menanam sayuran atau memelihara ikan secara terpisah. Kita sedang memasuki era di mana kedua kegiatan ini dapat dilakukan secara bersamaan dalam satu sistem yang saling menguntungkan, yang dikenal sebagai sistem aquaponik. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi bagaimana cara membuat sistem aquaponik ikan nila yang terintegrasi dengan tanaman sayuran, serta beberapa tips dan trik untuk sukses dalam budidaya ini.
Pengenalan Sistem Aquaponik
Sistem aquaponik bukan sekadar kebun; ini adalah ekosistem di dalam ekosistem. Dengan sistem ini, kita dapat melakukan budidaya ikan dan sayuran sekaligus. Mari kita lihat langkah-langkah untuk menyetting ulang sistem aquaponik kita.
Persiapan Awal
Hari ini, kita akan melakukan setting ulang sistem aquaponik kita. Pertama, kita harus menghubungkan filter dengan kolam agar tidak bocor. Kami menggunakan sedikit lem kaca untuk memastikan semuanya aman. Setelah lem kering, kita bisa mulai mengisi air ke dalam sistem.
Untuk airnya, kita menggunakan air PDAM dan sejauh ini tidak ada masalah. Sambil menunggu air terisi penuh, mari kita siapkan bak filternya. Bak filter ini masih kosong, dan kita akan segera mengisinya dengan media filter.

Pemasangan Media Filter
Selanjutnya, kita pasang media filter. Pertama-tama, kita ambil jaring nelayan untuk digunakan sebagai filter. Jaring ini akan diletakkan di dekat pompa. Setelah itu, kita masukkan kulit kerang oyster. Kulit kerang ini sangat bagus untuk biofilter, membantu menstabilkan pH air kolam sehingga ikan tidak mudah stres.
Kita juga menggunakan kerang jahe dan beberapa bahan lainnya untuk menghemat budget. Sebagai tambahan, kita memasukkan pecahan genteng yang sudah dibersihkan ke dalam jaring. Dengan cara ini, pembersihan di kemudian hari akan lebih mudah.

Proses Pematangan Kolam
Sebelum menebar benih ikan, kita harus melakukan pematangan kolam. Tujuan pematangan ini adalah untuk mencegah kematian massal pada saat tebar benih. Selama proses ini, kita tidak hanya membiarkan air diam, tetapi juga menambahkan probiotik organik.
Formulasi yang digunakan adalah molase 50 mili dan bakteri 5 mili, yang dicampur dengan 500 mili air bersih. Setelah 24 jam, kita siramkan ke kolam. Di masa ini, biasanya kita mematikan pompa agar air tetap tenang.

Penyebaran Benih Ikan
Setelah satu minggu, air kolam sudah siap untuk ditebari benih. Kali ini, kita memilih ikan nila merah dan hitam. Kita membeli benih ikan kecil karena harganya lebih murah dan jumlahnya lebih banyak. Namun, kita harus lebih berhati-hati saat memindahkan ikan kecil ini, karena mereka lebih rentan terhadap stres dan kematian.
Setelah ikan kita diamkan di atas kolam selama 15-20 menit, kita mulai menyortir dan memasukkan ikan ke dalam kolam. Setelah semua ikan ditebar, kita juga menambahkan garam ikan untuk mengurangi stres dan menghambat perkembangan parasit.

Menanam Sayuran di Sistem Aquaponik
Setelah ikan siap, saatnya menanam sayuran. Kita mulai dengan menyemai biji kangkung. Caranya sangat mudah; kita tinggal menaburkan biji di atas media tanam. Setelah itu, kita basahi agar biji dapat tumbuh dengan baik.
Kita menggunakan media alternatif seperti cocopit, yang lebih murah dan bisa digunakan berkali-kali. Ketika akar kangkung sudah rimbun, kita akan memindahkannya ke dalam sistem aquaponik.

Panen dan Pemeliharaan
Setelah 20 hari, kangkung sudah siap panen. Kita sebenarnya sudah agak telat, tetapi kangkung masih enak untuk dimakan. Kita bisa memanen dengan cara mencabut atau memotong, dan yang paling menarik, kita bisa memanen berkali-kali.
Kondisi air tetap jernih dan ikan pun sehat. Biasanya, ikan nila dapat dipanen setelah berusia 3 hingga 6 bulan. Kita juga harus rutin memberi makan ikan dan menjaga kualitas air agar tetap optimal untuk pertumbuhan.

Memanfaatkan Sisa Panen
Sisa panen dari kangkung bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak, seperti kalkun. Bahkan, kita bisa membuat kompos dari sisa sayuran tersebut. Dengan cara ini, tidak ada yang terbuang dan semuanya saling terintegrasi.
Selain itu, kita juga bisa menggunakan kotoran kalkun sebagai pupuk untuk tanaman organik di kebun kita. Semua elemen dalam sistem ini saling mendukung dan meningkatkan produktivitas kebun secara keseluruhan.

Kesimpulan
Sistem aquaponik menawarkan cara yang inovatif untuk berkebun secara berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan budidaya ikan dan sayuran, kita dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Dari pemilihan media tanam hingga pemeliharaan ikan, setiap langkah penting untuk keberhasilan sistem ini. Semoga artikel ini dapat menginspirasi Anda untuk mencoba aquaponik di rumah!
Selamat berkebun dan semoga sukses!
